Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

AYAM PANGGANG



Ayam Panggang

Panggang Ayam

Panggang ayam utuh satu ekor biasanya dibuat sebagai nazar / janji. Seseorang yang mempunyai keinginan yang besar (biasanya untuk kesembuhan dari penyakit, dll), jika terpenuhi keinginannya bernazar akan memanggang ayam untuk dimakan bersama. Setelah keinginannya terkabul, nazar / janji tersebut wajib dilaksanakan. Jumlahnya tergantung saat bernazar.

Panggang ayam sikuk biase e idang nunaian isak benazar. Misale, selamatan baik dari sakit, kan manggang ayam desertai nasik punar dua idangan. Mun la baik dari sakit, dak kuang dak debayar. Jan sampai jadi penyala isak becakap nazar tek. Ayam isak benazar uda itu demakan same same, biase e kan nasik ketan kuning.

NUGAL

Nugal bume padi

Nugal adalah salah satu tahapan dalam menanam padi tradisional, yang dimulai dari neratas (menentukan batas), nebas (menebang pohon), nunu (membakar lahan), mandok (membakar dan membersihkan kayu yang belum dimakan api saat nunu), galang kerat (membuat batas-batas) barulah kemudian nugal. Nugal sendiri berarti membuat lubang dengan tugal (kayu untuk menombak/membuat lubang tanam padi), kemudian mengisi lubang tersebut dengan bene (benih) padi. Nugal biasanya dilakukan secara beramai-ramai bergotong royong. Ada yang membuat lubang, ada juga yang mengisi benih. 

Urang nugal biase e arak'an musim ujan, la uda nunu de pengujong musim panas. nugal to mun urang nanam padi. Biase e urang nanam padi sampai berape keluarge. Sekeluarge kadang sampai besurik-surik. Tika neratas, nebas, nunu, nugal e serete. Sampai ke ngetam (memanen) pun juak serete. Nugal biase e beramai-ramai. Urang laki tukang nugale, urang bini-bini kan biak-biak kecil nulongek ngenaik bene bang lubang, usa kelupaan nutup e.

Jumat, 08 Februari 2013

TARI SEPEN

Tari Sepen ade salam juak

Nari Sepen Kak ingking

Tari sepen mintak tambul

Tari sepen

Baju penari la modif

Tari sepen putar keliling

Tari sepen hentak kaki

Tari Sepen merupakan tari asli masyarakat Melayu Belitong, meskipun kadang ada modifikasi tari gerak maupun pakaian yang digunakan. Sejatinya, tari sepen merupakan tarian selamat datang yang dipersembahkan kepada tamu yang datang. Tari Sepen dulunya juga ditarikan bersama dengan laki-laki, namun sekarang lebih banyak hanya dilakukan oleh perempuan, baik anak-anak maupun remaja dan dewasa. Pakaian yang digunakan penari kadang tidak lagi menggunakan pakaian adat Belitong, namun dimodifikasi sesuai kebutuhan.  

Tari Sepen ne la mulai detinggalan urang Belitong. Biak-biak kini ari dak tau kan nari sepen, muji dak sua dajaran de ruma sekula. Kanggo e to, sekarang la kuat ade lumbe nari tradisional atau ade acara Pemda, mun dak an se tang pandai puna nari sepen ne. Itu jak mun ade pagelaran kesenin to gak sikit urang nuk nak numton e, uji e se mendingan nunton madun. Gik duluk e urang rajin ngikutek irama e....sepen mintak tambul,....sepen mintak tambul.....


Minggu, 13 Januari 2013

TARI CAMPAK DARAT

Biak Kecik Nyampak

Campak Darat adalah Tarian muda-mudi asli Belitong. Tari campak darat dulu sering dipertunjukkan untuk hiburan saat acara perkawinan, selamatan anak, tujuh belasan dan acara hiburan lainnya. Campak darat adalah tarian berbalas pantun yang diringi dengan musik. Alat musik yang digunakan adalah piul (biola), gong. Campak ditarikan oleh remaja putri dengan gerakan maju mundur berputar sambil menyanyikan pantun. Kemudian pantun tersebut dibalas oleh lelaki yang biasanya sambil memberikan uang (nyawer). Begitu seterusnya hingga selesai. Dengan perkembangan zaman, kini campak darat tidak hanya melulu berbalas pantun, karena anak muda sekarang banyak yang tidak bisa membalas pantun sehingga tidak pede naik ke pentas. Sekarang ada istilah campak modern atau campak dangdut, yang selain berbalas pantun atau menyanyikan pantun tetapi juga menampilkan hiburan lagu-lagu terutama lagu dangdut. Gambar di atas adalah penampilan tarian campak oleh anak SD saat Festival laskar pelangi 2010 di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Pantun merupakan sastra melayu yang terdiri atas empat kalimat. Dua kalimat pertama merupakan kiasan, perumpamaan atau cerita. Dua kalimat terakhir adalah arti atau pesan yang disampaikan, yang bisa berisi cerita, pertanyaan maupun jawaban. Disebut campak darat karena ada juga campak laut, yang ditarikan oleh orang-orang suku sawang yang juga hidup di Pulau Belitong. Campak laut ditarikan bukan hanya oleh muda-mudi, namun dari kakek nenek hingga ke anak cucu.

Campak darat ne duluk e rajin de panggel urang mun tika ade hiboran. Penari e makai kaos kaki tinggi-tinggi. Biase e nuk bini nuk nari to urang tige nari maju mundor duak tige langkak, kadang-kadang mutar. Urang laki nuk berani naik ke pentas gi nimbalek nari desebut nibeng. Mun urang mudak biase e gak pandai nimbalek nari. Tapi mun urang la tue, selain pandai nimbalek nari, juak pandai ngembalas pantun e. Usa iran mun campak e lamak berenti, muji tukang piul e putus tali piul.

Jumat, 21 Desember 2012

NUNU

Nunu rebak

Asap kantul

Ati ati angin deras kalok ngelarat

Nunu (Membakar) hutan adalah salah satu tahapan dari serangkaian proses pembukaan lahan. Sebelum nunu ada proses neratas (Membuat batasan pembukaan lahan) dan nebas (Menebang pohon). Membakar lahan dilakukan pada saat musim kemarau setelah kayu tebangan mengering beberapa minggu. Membakar lahan harus menggunakan obor dari bambu. Ketika membakar lahan, harus memperhatikan arah angin dan cuaca agar hasil bakaran hangus namun tidak menjalar ke lahan yang tidak semestinya.

Urang nunu mun la uda nebas, tapi gik musim kemarau. lamak baru uda nebas akan ngaru kan angus dak asel nunu. Mun baru uda nebas, kalok kayu e lum kering, tapi mun la kelamak an uda nebas, kalok daun kayu e la mepak. macam nebas juak, nunu ne nak bekesalan duluk kan dukun kampong, agar nunu e angus, dan dak ngelarat. Nunu e makai ubor dari bulo dekenai kan minyak sular atau minyak tana, kenai sumbu, lalu decucul kan api. Nunu dak kuang be gak surang, nak ramai, idang ngenjagenan agar dak ngelarat, juak mun nuk kan detunu to ramai-ramai sekubok. Nunu ne duluk gak idang urang beume nanam padi. Sekarang la raga kurang, muji urang mukak kebun makai alat nuk name xepator.

Senin, 17 Desember 2012

LEPAT







Lepat adalah salah satu jenis kue khas Pulau Belitong. Lepat terbuat dari Beras Ketan yang dimasak dengan dibungkus daun lais (sejenis pandan). Lepat bisa dimakan sebagai hidangan utama maupun sebagai jajanan. Pada saat acara Maras Taun (syukuran atas hasil panen setahun sekali), lepat merupakan makanan khas yang harus disajikan. Setiap warga diwajibkan membawa lepat ke rumah ketua adat (dukun kampong) untuk dimakan bersama-sama. 

Lepat ne jajak asli Pulau Belitong. Sekarang lepat dejual urang macam jajak-jajak Belitong nuk lain e. Lepat debuat dari beras pulut, kuang pakai ketan mira, ketan pute, campur ketan itam, kuang ketan ume, ketan tuko. Lepat debungkus kan daun lais nuk la deuru, tapi se kini banyak juak urang nuk makai daun pandan, daun dedor. Care ngikat lepat delilit kan daun lais, daun pandan atau daun dedor tadik, tapi ade juak nuk nyembaelan deikat kan tali repia. Tika maras taun, lepat la nuk wajib debawak ke ruma kik dukun idang demakan same - same kan urang sekampong. Tika maras taun, lepat demakan kan emping beras atau kan aik serawe. Tapi se mun la kitute kuat demakan kan laok gawai, nyebut e ketan belaok, laok e gangan, upor ayam, semor daging, rendang daging kan laok gawai nok lain e. Jadi mun nak ningok tambunan lepat, datang la tika urang kampong maras taun. Usa gak ningok, tang makan la, nak sampai sekenyang perut jak, urang dak nega. Maras taun to, duluk e semacam pesta panen atau kerajin-rajinan dapat padi tiap taun.