Jumat, 21 Desember 2012

NUNU

Nunu rebak

Asap kantul

Ati ati angin deras kalok ngelarat

Nunu (Membakar) hutan adalah salah satu tahapan dari serangkaian proses pembukaan lahan. Sebelum nunu ada proses neratas (Membuat batasan pembukaan lahan) dan nebas (Menebang pohon). Membakar lahan dilakukan pada saat musim kemarau setelah kayu tebangan mengering beberapa minggu. Membakar lahan harus menggunakan obor dari bambu. Ketika membakar lahan, harus memperhatikan arah angin dan cuaca agar hasil bakaran hangus namun tidak menjalar ke lahan yang tidak semestinya.

Urang nunu mun la uda nebas, tapi gik musim kemarau. lamak baru uda nebas akan ngaru kan angus dak asel nunu. Mun baru uda nebas, kalok kayu e lum kering, tapi mun la kelamak an uda nebas, kalok daun kayu e la mepak. macam nebas juak, nunu ne nak bekesalan duluk kan dukun kampong, agar nunu e angus, dan dak ngelarat. Nunu e makai ubor dari bulo dekenai kan minyak sular atau minyak tana, kenai sumbu, lalu decucul kan api. Nunu dak kuang be gak surang, nak ramai, idang ngenjagenan agar dak ngelarat, juak mun nuk kan detunu to ramai-ramai sekubok. Nunu ne duluk gak idang urang beume nanam padi. Sekarang la raga kurang, muji urang mukak kebun makai alat nuk name xepator.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar